Tahu saung Angklung Udjo? letaknya di sebuah kota namanya kota Bandung. Di saung angklung Udjo kita bisa melihat sebuah usaha pelestarian Budaya Pasundan yang sudah hampir terkikis oleh pesatnya laju modernisasi. Di saung udjo kita bisa melihat anak-anak kecil yang lucu-lucu, imut imut nan menggemaskan <– Hehehe–><!–Paragraf satu–>
Nah sekarang Kang Thayyib dan Mamang Kosim sebagai Host akan memandu petualangan kali ini, setelah sebelumnya pernah Bersepedah dengan Asselerasi yang luar biasa, baca Asselerasi, kemudian nyasar naek sapedah ke daerah cidaun (kabupaten Cianjur) Baca Perjalanan yang Luar Biasa. Kali ini Akang dan Mamang mencoba mengalawi eh maksudnya mengawali perjalanan dari daerah seputar Dipati Ukur kemudian mapir ke daerah seputaran Cikutra masih di sebuah kota yang terkenal dengan mojangnya hehehe Bandung pastinya. Kali ini mamang dan Akang tidak menggunakan sapedah, tetapi menggunakan kaki alias nyeker.<!–paragraf 3-1=dua–>
Hari sudah sore sekitar pukul setengah tiga, akang dan mamang mempercepat laju kaki dengan kecepatan 80 km/jam setelah berputar putar akhirnya mamang dan akang memutuskan untuk memesan dua mangkuk mih ayam dengan 2 gelas minuman dingin. Setelah kenyang dengan semua itu, mamang dan akang melanjutkan perjalanan. Mamang dan akang dengan narsisnya mencoba kamera baru si akang dan berfoto alias take a picture di depan gerbang yang ada tulisan Saung Angklung Udjo <<– Kebiasaan Orang Kampung Mamang, dimana ada plang nama langsung ambil photo, gak peduli itu plang apa, yang penting plang nama.. >> Pintu pertunjukan dibuka, masuklah mamang dan akang ikut mengantri bersama pengunjung lainnya di depan pintu masuk. Mamang dan Akang membeli tiket wisatawan dengan harga 50 rebu sadja. Kemudian mamang dan akang ikut duduk bersama wisatawan lainnya baik lokal maupun wisatawan manca negara.. Wuiiihhh Si Akang langsung jingkrak jingkrak begitu mendengar melodi lagu sunda “tokecang” yang dimainkan dengan angklung dan alat musik bambu. Sedangkan si Mamang dengan insting photograpernya langsung jeprat jepret sana sini bersama wisatawan asing. <!–Paragrap 3–>
Bersambung… Nanti diedit lagi keur lieur eung..