CERITA INI DIMULAI ketika ada sebuah rencana bodoh terbersit secara tak diundang datang ke kepala ane yang otaknya agak dikit ini. rencananye ane (toyib) dan temen ane (kosim) dibekali masing-masing dengan sebuah sepeda tua peninggalan jaman jahiliyah nekad melakukan perjalanan yang sangat “amazing” menyusuri kota bandung pada tahun 2008.
Day One:
Perjalanan terkutuk itu dimulai sejak pukul 09.30 dari kost-an ane di seputaran jalan cikutra tepatnya di jalan PIKITDRO mengambil jalur ke arah selatan menyusuri pasar Cicadas yang “katanya” merupakan pasar terpanjang di dunia bener nggaknya ane pun nggak tahu. Masing-masing personel dibekali dengan uang Rp 40.000,- (emprat pruluh rrebu sadjah). dari pasar cicadas kami menuju ke jalan Kiara condong melewati fly over yang konon katanya juga tidak boleh dilalui oleh sepeda tetapi peraturan dibuat untuk dilanggar kata si kosim, jadilah dua sepeda reyot beserta penunggangnya melenggan melalui fly over itu dengan sombongnya. Satu lagi penyebab terkutuknya perjalanan ini kerana tak ada satupun dari personel ang membawa alat komunikasi. Sekitar pukul 10.30 kami sudah melesat melewati dayeuh kolot. Tujuan perjalanan ini adalah ke Kawah putih (Gila Lu jauh banget). Mengambil rute menuju Soreang. Sampai di Soreang gila capek banget, mampir dulu di alun-alun (waktu menunjukkan pukul 12.00 siang teng teng teng 12 kali) busseeet panas banget. Lanjutkan perjalanan brow menuju Ciwidey, tiba-tiba kami menemukan penunjuk arah yang menunjukkan ciwidey masih sekitar 42 Km lagi kebayang nggak lu?. Udah jam setengah dua, perjalanan belum ada setengahnya, terus terus jalan lagi, eh jalanannya semakin menanjak dan menanjak, apa mau dikata akhirnya terpaksa kami pun turun dan menuntun sepeda kami layaknya dua orang manula yang kehabisan tenaga naik kelantai 24 sebuah gedung. Kami pun memutuskan untuk rehat sejenak di warung mie 24 Jam “katanya lagi”. “Bu pesen mie dua pake telor trus minumnya pake es yang banyak” saking hausnya. setengah jam berlalu kami pun melanjutkan perjalanan. Hari sudah semakin sore tetapi perjalanan belum berakhir, sudah jam 17.00 baru nyampai ke perkebunan stroberi nggak tau namanya, kata warga sekitar kawah putih masih sekitar satu jam naik motor, Naik Motor??? bagimana kalu jalan kaki??? berapa jam lageee?. Walhasil teteup jalan ampe maghrib terus ampe isya terus memasuki kawasan hutan yang sangat gelap dan berliku. Akhirnya kami sampai di pentu gerbang kawah putih udah sekitaran jam 22.00 busseet kaki rasanya mau copot, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di sebuah mushalla. Kebayang nggak dinginnya kawah putih jam segitu, saking dinginnya kaki udah mati rasa, semua yang ada di siti baik itu sajadah sarung, bahkan tikar mushalla kami bunakan untuk berlindung dari udara yang sangat dingin Masya Allah dinginnya nggak nahan.menjelang pagi merupakan puncak dingin yang sangat sangat tak tertahankan. pukul 04.00 udah nggak bisa merem lagi akhirnya gue bangun, cuci kaki plus cuci muka. dinginnya air nggak kerasa lagi kerana udah dilanda kedinginan semaleman.
Day Two :
Paginya sekitar jam 06.00 kami nyamperin tukang gorengan yang ada di depan gerbang kawah putih nggak pake alat penahan dingin entah itu jaket ato sweater bahkan orang-orang jualan ampe heran ngeliatin kita yang kayak udah kebal ama udara dingin. pas ditanya ama Ibu nyang jualan ” Nggak dingin Den?” jawabnya simple “semalam 10 kali lebih dingin dari sekarang”. Setelah mengisi perut kami lanjut kan perjalanan menyusuri jalanan dengan ontel tercinta. Melewati Ranca Upas lalu menuju ke sebuah pemandangan yang tak kan tergantikan seumur hidup “subhanallah hamparan luas padang teh dengan para pemetiknya terlihat indah sekali sangat sangat indah tiada terlukiskan. Bagaikan sebuah lukisan yang sangat sempurna dari Sang Maha Pencipta Luar Biasa”. Melaju di jalan yang menurun, secara otomatis kecepatan sepeda tua kami meningkat drastis tetapi tidak ada niatan untuk mengurangi kecepatan,kalau dikira-kira ada sekitar 80 Km/Jam Huiiiwwww Ngeri bercampur takjub dengan pemandangan. Ngeri ngebayangin jalan yang berkelok dengan kecepatan tinggi dan rem sepeda yang sudah setengah aus.
Perkebunan Teh Ciwalini sangat Luar Biasa sangat indah sangat menakjubkan, aku terpana dibuatnya. melupakan sejenak kepenatan dari hari sebelumnya setelah seharian ngagoes ontel.
Sasaran selanjutnya yaitu Situ Patenggang Atau situ patengan nggak jelas yang mana pokoknya nya ntu jalan we. nyampe di situ sekitar pukul 09.00 trus nikmatin sejuknya air situ ampe jam 11.00 ada oleh oleh air situ patenggang dalam botol merek minuman ternama.
(bersambung)
January 26th, 2012 at 12:56 pm
[...] biasa, baca Asselerasi, kemudian nyasar naek sapedah ke daerah cidaun (kabupaten Cianjur) Baca Perjalanan yang Luar Biasa. Kali ini Akang dan Mamang mencoba mengalawi eh maksudnya mengawali perjalanan dari daerah seputar [...]